• Review
  • About Us
Review Musik Rest in Space, Major!

Rest in Space, Major!

-

David Bowie tidak pernah menganggap dirinya sebagai seorang musisi rock – setidaknya itu yang dikatakannya kepada media dalam berbagai wawancara. Tapi sejujurnya, pada point ini kami tidak lagi ambil pusing pada apa yang ia tampilkan di permukaan: apakah itu seorang revolusioner kebebasan seksual, alien yang terdampar di muka bumi, bajak laut pemberontak, seorang pengikut Orwell, pengangum ide-ide fasis – atau semua gagasan artifisial yang ia gunakan untuk memainkan persona di atas panggung. Begitu pula dalam memandang musiknya: kami tidak lagi menghiraukan arah eksperimen terbarunya, termasuk tema apa yang ia usung pada album yang dirilis 8 Januari 2016 – 3 hari yang lalu. Bagi kami semua hal tersebut hanyalah sekelumit dari besarnya pengaruh sosok seorang David Bowie – karena melalui musik-musiknya, kami terlahir kembali. Tapi hari ini, ia mengagetkan kita semua: Kematian David Bowie datang tanpa peringatan, sang major melangkah keluar dari kapsul angkasa, dan ground control pun kehilangan kontak.

Dengan rasa sesak di dada dan kekagetan yang sama sekali tidak dibuat-buat (sebagaimana para penulis lain yang tiba-tiba ramai menulis ketika seorang tokoh meninggal), kami berupaya mengumpulkan kata-kata yang sekiranya mampu untuk mewakili rasa terima kasih kami pada sang musisi (atau “title” apapun yang disematkan pada seorang David Bowie). Namun ternyata tidak mudah untuk melakukannya – entah, mungkin karena pengaruh musikalitas Bowie yang begitu kuat pada arah pendalaman musik kami sehingga setiap kata yang kami tulis, senantiasa berakhir pada penggalan: ground control to major tom…..

Sehingga untuk mengakhiri upaya sia-sia ini, kami pun sepakat untuk memberikan ucapan terima kasih tanpa interpretasi berlebihan – melalui sisi paling jujur dari seorang pendengar yang telah meresapi terlalu banyak karyanya dari mulai era space oddity, ziggy, thin white duke hingga jajaran projectnya – yaitu dengan memutar dan mendengarkan ulang lagu-lagunya. Karena hanya pada lagu-lagunyalah kita dapat menemu kembali stardust yang ditinggalkan sang musisi setengah alien. Dan berikut adalah 10 lagu yang bagi kami memiliki makna lebih dari lainnya.

Thank you, Major Tom, may you rest in space…

10. Blackstar

9. Heroes

8. Oh! You Pretty Things

7. Station to Station

6. Suffragette City

5. Rock n Roll Suicide

4. All the Madmen

3. The Man Who Sold the World

2. Letter to Hermione

1. Space Oddity

Previous articleTingkah Polah Manusia!
Next articleTatto-tatto Postmo
Rest in Space, Major! 1 kematian david bowie,ode untuk bowie,lagu terbaik david bowie,musisi rock david bowie,musikalitas david bowie
Firmansyah/Aliyuna
...adrift in the age of aquarius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Lukisan Mitos Picasso (Ovid Bagian 3)

Epilog Kehadiran jajaran lukisan mitos Picasso bukanlah sebuah kejutan besar dalam dunia seni lukis. Ia tidak asing dengan gagasan Yunani...

Syair Epik Metamorphosis (Ovid Bagian 2)

(syair yang terbit sebelum pengasingan) Bagi seseorang yang tumbuh besar membaca mitos-mitos Yunani dan Romawi, menemukan syair epik metamorphosis karya...

“God-intoxicated Man”

God-intoxicated Man atau manusia yang mabuk akan Tuhan, adalah sebutan bagi seorang filsuf kenamaan Belanda yang hidup pada abad 17:...

The Anti-Establishment (or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Irony)

Seperti kebanyakan orang, saya agak uring-uringan ketika melihat pemberitaan di berbagai media atas kemenangan mengejutkan Donald Trump. Tapi fase...

Tentang Timor #2: Secuil Kisah Matebian

This great evil, where does it come from? How did it steal into the world? What seed, what root did it...

Cerita Panen Lontar Pak James

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti kuliah umum tentang Islam dan budaya di Asia Tenggara dengan salah satu pembicaranya...

Must read

Rendra, Puisi Pamflet dan Oposisi

Aku tulis pamflet ini karena pamflet bukan tabu bagi penyair (Aku...

Kerouac dan Mesin Waktu: Musik, Sketsa, Metafora

Ketika tengah membaca antologi San Francisco Blues karya penyair...

You might also likeRELATED
Recommended to you