• Metapost
  • About Us
Metapost antimateri: Sebuah Metapost

antimateri: Sebuah Metapost

-

adalah puisi anti-materi
memecah kata jadi aksara
yang berpijar di altar persembahan,
detik dibakar: porak-poranda!

Bait di atas diambil dari puisi saya yang merupakan translasi dari foto berjudul Kematian Waktu karya Adzwari Ridzki. Frase “antimateri” sendiri saya comot dengan paksa dari sebuah cerpen karya Romo Mangunwijaya – berjudul Rheinstein – keluar dari konteksnya begitu saja. Dan setelah insiden pencomotan itu, frase yang ternyata memiliki makna fisika (yang oleh awam dipahami sebagai dongeng tentang partikel/anti-partikel yang saling memusnahkan), dengan seenaknya menggantung di setiap pojokan: setiap menoleh, ia ada disitu. Dan karena takut kualat (walaupun saya rasa seorang sastrawan sekelas Romo Mangun tidak akan ngambek ketika frasenya dieksploitir secara seenaknya oleh pembaca yang tidak bertanggung jawab seperti saya), maka saya coba mengamalkannya sebanyak mungkin di berbagai kesempatan, termasuk sebagai penamaan blog ini, yang disetujui oleh dua rekan saya, Papap dan Sehu. Mudah-mudahan nama “antimateri” dapat mengakomodir kebutuhan eskapis kita semua, tanpa harus terbebani oleh tetek bengek ilmiah kaku yang malah menghilangkan keasyikan pendefinisian ulang berbagai tema di dalamnya. Bagi saya pribadi, antimateri adalah sebuah upaya mereduksi berbagai distorsi makna, untuk membuat segala hal menjadi sederhana. Tapi definisi ini bisa berubah kapanpun, sesuai mood dan kesempatan, hehe.

Salam antimateri

antimateri: Sebuah Metapost 1
Aliyuna Pratistihttps://antimateri.com
aliyunapratisti@antimateri.com

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ali ibn Nafi: Superstar Musik Andalusia

Ibnu Khaldun, dalam Muqaddima (1377)–pada bab berjudul the craft of singing (and music)–mengisahkan keberadaan seorang musisi multitalenta bernama Ziryab...

Puisi Nasib Buruk: Pascual Duarte

Butuh waktu lama bagi saya untuk mengatasi trauma selepas membaca novel Camilo Jose Cela yang tersohor: La Familia de...

Adoration pour Jean-Jacques Rousseau

Setidaknya, ada dua cara untuk jatuh cinta. Pertama, Coup de foudre – seperti tersambar petir, dan kedua comme un...

Menertawakan Banalitas

Pada suatu hari saya mengunjungi radio RRI Bandung dalam rangka menyelenggarakan acara komunitas yang concern terhadap bidang politik. Seperti...

Kaum Arab Hadrami di Indonesia: Sejarah dan Dinamika Diasporanya #2

Sambungan dari Bagian #1 Dinamika Asimilasi Arab Hadrami: Eksklusifme Kaum Sayyid Kaum Arab Hadrami yang datang ke Nusantara sebelum abad...

Tjaraka

Dalam perjalanan yang sulit itu, ia menempuh jalur di kegelapan hari. Hermes, sang lakon yang konon bertugas menyampaikan pesan...

Must read

Rendra, Puisi Pamflet dan Oposisi

Aku tulis pamflet ini karena pamflet bukan tabu bagi penyair (Aku...

Collage: Underwater

Alangkah lucunya bagaimana kanal ingatan mampu membuat seseorang merangkai...

You might also likeRELATED
Recommended to you