Review Musik Musique Concrète: Pierre Henry dan Psyche Rock

Musique Concrète: Pierre Henry dan Psyche Rock

-

Dieter Mack dalam Sejarah Musik (Jilid 3), menyebut keberadaan “musisi dua kursi” dengan Jimi Hendrix dan Frank Zappa sebagai contohnya. Sebutan ini digunakan Mack untuk menggambarkan kiprah para musisi eksperimentalist yang mendobrak industri musik dan memaksa label rekaman untuk menerima sisi eksperimentalisme mereka. Selain dua nama besar tadi, terdapat eksperimentalist lain seperti Brian Eno (Roxy Music), Ralf Hütter (Kraftwerk), atau Holger Czukay (Can) yang mampu menyampaikan gagasan eksperimentalisme ke publik yang lebih luas. Diantara mereka ada pula Pierre Henry, musisi electroacoustic asal Perancis yang mempopulerkan ekletisme musik melalui album berjudul “Messe pour le temps présent” (Mass for the Present Time, 1967) – album dengan pendekatan Musique Concrète[1] pertama yang mendapatkan popularitas luas di Perancis. Pernyataan ini memang agak sulit dipercaya mengingat Musique Concrète bukanlah jenis musik yang dapat dilahap sambil lewat. Keberadaannya yang bersinggungan dengan sejarah panjang dadaisme dan musik avant-garde Eropa, menjadikan Musique Concrète berada pada “kursi eksperimentalisme” dan sangat jauh dari jangkauan orang kebanyakan. Simak saja karya-karya eksperimen Olivier Messiaen dan Pierre Schaeffer[2], atau Karl-Heinz Stockhausen – yang walau memberi pengaruh luas pada pada perkembangan musik spasial (space music) dan musik elektronik di era 1970-an – mendengarkan karya-karya mereka tanpa memahami pergulatan gagasan dibelakangnya, akan berujung pada kebingungan. Pierre Henry sendiri merupakan salah satu figur utama Musique Concrète yang bertanggung jawab atas kelahiran skena musik elektronik di Paris pada era 1950an. Schaeffer dalam A la recherche d’une musique concrète (1952), mengisahkan bahwa ia bertemu Henry dalam sebuah audisi untuk menggarap komposisi berjudul Symphonie pour un homme seul, dan sejak itulah Henry (yang menurut Schaeffer memiliki insting penghancuran hingga titik penghabisan) bergabung dalam lingkaran eksperimentalist Paris. Henry jugalah yang memberikan “gagasan visual” pada pertunjukkan Musique Concrète, dengan muasal sebagai berikut (Yoshida, 2017): (1) Pendekatan baru dalam komposisi Musique Concrète membawa perubahan dalam seni pertunjukkan musik dimana musik diperdengarkan langsung dari loudspeaker tanpa ada musisi yang tampil di panggung; (2) absennya musisi yang menjadi komponen esensial dalam sebuah pertunjukkan musik memberi kanvas kosong untuk kreasi visual, yang bagi Henry bisa apa saja: mulai dari ballet, pantomim, hingga tari kontemporer. Album Messe pour le temps présent lahir dari gagasan serupa, Henry berkolaborasi dengan koreografer Maurice Béjart dan komposer Michel Colombier, untuk menggubah sebuah komposisi ballet modern yang ditampilkan pada Avignon Festoval 1967. Tanpa disangka-sangka, lagu berjudul Psyche Rock (track kedua dalam Messe pour le temps présent) menjadi semacam jembatan bagi eksperimen Musique Concrète dan selera populer (lagu ini laris manis dijadikan latar dalam iklan hingga menjadi lagu pembuka serial Futurama). Kolaborasi Colombier (yang mengangkat kembali garage rock Richard Berry) dan noise electroacoustic yang dihassilkan Henry, menjadikan industri musik harus menerima gagasan musik baru yang mungkin kebanyakan orang sulit dipahami. Sehingga muncullah sebuah reaksi terkenal yang melekat pada Pierre Henry dan Psyche Rock, yaitu: something completely different, but oddly familiar.

Psyche Rock, Pierre Henry, 1967

Messe pour le temps present (Pierre Henry, Michel Colombier and Maurice Bejart)

Sumber:
Bergjord, Geir Egil. 2010. Pierre Henry’s House of Sound. Gilka Publisher 

Mack, Dieter. 1995. Sejarah Musik Jilid 3, Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.
North, Christine, and John Dack. 2012. “Translators’ Note”. In Pierre Schaeffer, In Search of a Concrete Music, terjemahan Christine North and John Dack, ix-xiv. Berkeley: University of California Press.
Schaeffer, Pierre. 1952. A la recherche d’une musique concrète, Paris: Ed. Seuil.
Yoshida, Reiko. 2017. “Musique concrète and dance: Pierre Henry’s collaboration with Maurice Béjart”. Proceedings of the Electroacoustic Music Studies Network Conference, Nagoya.

Keterangan:
[1] Permasalahan hadir ketika mencoba memahami
musique concrète secara definitif, karena dalam bahasa Perancis, maknanya mengandung korelasi abstrak yang bersifat non-teoritis (padanan dalam bahasa Inggris tidak mengandung makna demikian), sehingga untuk menghindari ambiguitas maka pendefinisian musique concrète dibiarkan terbuka as an expression such as “real-world” does not cover the original’s range of meanings, and in particular it would not link with the main subject” (North & Dack, 2012).
[2] Pada 5 Oktober 1948, publik Perancis berkesempatan mendengat musique concrète untuk pertama kalinya. Pertunjukkan tersebut disiarkan oleh The Paris-Inter radio yang menyiarkan “Concert de bruits” (Concert of Noises) karya Pierre Schaeffer yang terdiri dari lima komposisi musique concrète.

Musique Concrète: Pierre Henry dan Psyche Rock 1 pierre henry dan psyche rock,musique concrète,musik elektronik
Aliyuna Pratistihttps://antimateri.com
aliyunapratisti@antimateri.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Jean-Léon Gérôme: Melampaui Orientalisme

Di akhir abad ke-19, terdapat lonjakan permintaan atas lukisan orientalisme, terutama karya seorang pelukis akademia terkemuka, Jean-Léon Gérôme. Gegap...

Ovid (Bagian 1): Pengasingan dari Roma

Kekaisaran Romawi memiliki utang tak terhingga pada para pujangga besar yang menjadi pilar bagi perkembangan kebudayaan Romawi. Diantaranya terdapat...

Denys Lombard: Taman di Jawa

Sejarah tentang taman, sama tuanya dengan sejarah agama. Dalam injil, taman diekspresikan melalui kata “paradise”, memiliki arti sakral yang...

Liberasi Musik Edgard Varèse

Di Indonesia, musik Edgard Varèse mungkin hanya dikenal oleh musikologis atau segelintir orang iseng yang menikmati musik dari sudut...

The Boxer at Rest: Anomali Seni Hellenis

Bukan sejarah namanya jika tidak menawarkan teka-teki. Demikian pula pada sejarah seni, karena sejauh apapun seorang peneliti menggali, selalu...

Honoré de Balzac (Bagian Kedua): La Comédie Humaine

Harus saya akui bahwa pertemuan saya dengan karya-karya Balzac terbilang sangat terlambat. Jika dibandingkan dengan karya sastrawan perancis lain...

Must read

The Renaissance Man (and His Psycho Killer Band)

Ketika Ramones tengah berada di puncak kejayaannya, sebuah band...

Pisang dan Ironi Kemasan Kaleng

Ironi, tidak pernah dikonsumsi massal sebelum Andy Warhol, sang...

You might also likeRELATED
Recommended to you