
Masih tentang Tragedi 65
Sebuah bangsa memilih tragedinya sendiri, merupakan kalimat pengantar dalam memahami bagaimana kita – bangsa Indonesia – memberi perhatian lebih pada

Sebuah bangsa memilih tragedinya sendiri, merupakan kalimat pengantar dalam memahami bagaimana kita – bangsa Indonesia – memberi perhatian lebih pada

Hari Jumat tanggal 7 Maret kemarin, saya mengadakan diskusi (atau lebih enak disebut sharing) dan ngobrol – ngobrol seputar film.

Persinggungan musik dengan berbagai ritus keagamaan telah berlangsung sejak awal perkembangan agama itu sendiri. Manusia yang berkumpul dalam sebuah perayaan

Judul di atas merupakan prediksi Kurt Cobain yang diungkapkannya pada tahun 1993, sedangkan tulisan ini sendiri merupakan versi cetak dari

“Gus, anak – anak pada bawa bas, gak?” tanyaku pada Agus lewat sms. “Wah, gak tahu, Gung. Coba tanya yang lain.” Jawaban yang sama juga

God is a concept by which we meansure our pain —John Lennon (1940-1980) Saya mencoba menerka, kira-kira apa yang sedang

Perjalanan menemu orbit baru atau terbakar didalamnya Komet (Comet) atau mengacu pada istilah orang jawa: lintang kemukus, memiliki daya tarik

Epos Ramayana tidak perlu diuraikan terlalu panjang karena siapapun telah mengenal kisah ini – tidak terhitung berapa ratus ribu kali

Cabiria, seorang pelacur janggal dari pinggiran kota Roma diperankan dengan sangat baik oleh Giuletta Masina dalam film Le Notti di

Heart Shaped Box – single pertama Nirvana dari album In Utero – bukan sekedar sarana promosi semata, namun lebih sebagai monumen