Review

sampul PiL
Aliyuna Pratisti

A Proper Emotion

Beberapa waktu lalu, ketika tengah mempersiapkan artikel bertema Candy Punk: Identitas di Era Postmodern untuk sebuah ajang akademis alakadarnya, seorang

Dust Motes Dancing in the Sunbeam, Lukisan Interior Vilhelm Hammershoi
Aliyuna Pratisti

Meditasi Ruang

Kesunyian ganjil dalam Lukisan ruang Vilhelm Hammershoi telah menjadi obsesi bagi saya sejak pertama kali mengenalnya melalui sebuah film dokumenter

Same Hat!, Akasage Genpei
Aliyuna Pratisti

Secret Criminal in Our Midst

Revolusi, biasanya tidak pernah akan terekam televisi. Ini wajar saja, mengingat kecenderungan pertahanan diri sebuah sistem (baik politik, ekonomi, sosial,

Blue Nudes II, Henri Matisse
Aliyuna Pratisti

Cacophony

a discordant and meaningless mixture of sounds Pelukis Henri Matisse konon adalah kutub oposisi dari Pablo Picasso dalam seni lukis

The Cry, karya Auguste Rodin
Aliyuna Pratisti

Dinggedichte

Puisi, sebagaimana karya seni lainnya, tak terlepas dari keberadaan sebuah objek. Dalam sejarah seni dan literatur, beberapa objek lantas melekat

musik psychadelic jepang
Aliyuna Pratisti

Ongaku 70

Ongaku 70 (Vintage Psychedelia in Japan) adalah tajuk sebuah album kompilasi yang merangkum musik psychadelic Jepang pada rentang 1969 hingga

Le Testament d'Orphée karya Seniman Perancis Jean Cocteau.jpg
Aliyuna Pratisti

“Interpret as You Wish”

Seniman Perancis Jean Cocteau berpuisi dengan banyak cara: melalui lukisan, sketsa, novel, naskah drama, film, musik, desain fashion, dan tentu