• Review
  • About Us
Review Musik Perihal Pink Anderson: “Gospel, Blues and Street Songs” dan Lainnya

Perihal Pink Anderson: “Gospel, Blues and Street Songs” dan Lainnya

-

Mencari sumber terkait Pink Anderson tidaklah mudah. Muasalnya adalah: setiap pencarian akan berujung pada artikel tentang Syd Barrett yang menyandingkan musisi Blues tersebut sebagai nama baptis bagi bandnya. Sayangnya kebanyakan berhenti disana dan tidak memberikan informasi apapun sehingga dibutuhkan upaya lebih untuk mengenal sang pioner blues dalam kapasitasnya sendiri (bukan sebatas “Pink dalam Pink Floyd” yang banyak dikenal kemudian). Dari berbagai sumber bacaan, beberapa perihal Pink Anderson terangkum di bawah ini:

  1. Pink Anderson dilahirkan di Laurens, South Carolina pada tahun 1900 dan mulai bermusik pada usia 10 tahun;
  2. persinggungannya dengan musik cukup unik yaitu pada usia 14, Pinkey (sebutan tenar untuk Pink Anderson), bergabung dengan penjual obat keliling “the Indian Remedy Company” dengan tugas spesifik yaitu menghibur orang ketika dr. William Kerr sang pemilik perusahaan, menjual ramuan yang konon berkhasiat medis pada para penonton;
  3. kelihaian Pinkey, sang troubadour jalanan, menjadi terkenal dengan reputasi setara Woody Guthrie dengan musik folknya, Anderson lantas menjadi salah satu bluesman[1] paling handal dalam mengembangkan teknik piedmont[2] sehingga sebutan “a good-natured finger-picking guitarist[3] senantiasa melekat padanya;
  4. pada tahun 1928, Anderson merekam karya dibawah label Columbia bersama Simmie Dooley, namun tanpa alasan yang diketahui ia kembali menjadi musisi “penjual obat” dan baru bersentuhan dengan rekaman 22 dua tahun kemudian;
  5. reputasi jalanan Anderson direkam oleh Paul Clayton pada tahun 1950, folklorist[4] sekaligus musisi folk ketika Anderson bermain dalam sebuah perayaan kota bertajuk Virginia State Fair;
  6. rekaman pertamanya berjudul “Gospel, Blues and Street Songs” merupakan rekaman unik karena Anderson berbagi sisi piringan hitam dengan musisi gospel, Reverend (Rev.) Gary Davis;
  7. selepas rekaman pertama tersebut, menyusul secara berturut-turut: Carolina Blues Man (1961), Medicine Show Man (1962) dan Ballad & Folksinger (1963), ketiganya direkam oleh Bluesville Record[5];
  8. album “Gospel, Blues and Street Songs” memiliki karakter unik yang mencampurkan antara rasa “sekular dengan sakral”, musik gospel Rev. Gary Davis dipilih sebagai kontra (namun lahir dari akar yang sama) bagi musik blues Anderson. Dua kutub dalam album tersebut tergambar secara unik: keduanya piawai dalam teknik piedmont, namun tentu saja gospel dan blues memiliki rasa yang berbeda. Kontra lainnya mengacu pada pemilihan lirik yang memiliki jarak antara bumi dan langit–yang satu diambil dari ayat-ayat biblikal, yang lain penuh sumpah serapah jalanan. Kejelian Clayton dalam menggabungkan keduanya melahirkan album yang dikenal dengan istilah “the spiritual and the sinful”, album yang merangkum para pendo’a sekaligus para pendosa;
  9. dari keseluruhan karya dan album Anderson, yang paling terkenal adalah Carolina Blues Man (1961) yang hingga kini mencadi icon bagi skena musik blues Carolina, sedangkan album Medicine Show Man (1962) dipandang kurang mendalam oleh para penggemar blues pada umumnya dan jarang dijadikan sebagai acuan. Pandangan umum menerka bahwa ketidakseriusan Anderson dalam album adalah karena ia harus menyesuaikan musiknya dengan para pendengar (ketika tengah mengisi posisi dalam pertunjukkan “tukang obat”) –“Pinkey had to perform songs from both black and white tradition to satisfy their mixed audiences”;
  10. pada kisaran 1961, Anderson kerap bermusik bersama Baby Tate dan membantu rekaman salah satu single terkenal “If I Could Holler Like a Mountain Jack[6]” yang kemudian dirilis pada tahun 1962;
  11. pada tahun 1961, Anderson membawakan ulang hits Ray Charles “I’ve Got a Woman” (dirilis Charles pada tahun 1954) dengan tambahan judul “I Got a Woman ’Cross Town”, lagu ini sempat memunculkan sensasi karena merupakan konversi dari gospel berjudul “My Jesus Is All the World to Me”, namun pada saat Anderson melakukan rekaman pada tahun 1961, ribut-ribut tentang “lagu kurang sopan” ini sudah mereda;
  12. lagu berjudul “Meet Me in The Bottom” (1961), begitu menarik perhatian publik karena liriknya yang nyentrik, lagu ini berkisah dengan cara komikal tentang: a man jumping out a window to escape a jealous husband and leaves parting instructions to get his clothes and shoes back (silahkan reka sendiri imanjinasi anda);
  13. ulasan menarik tentang Anderson (dan dipandang sebagai penjelas bagi lirik-lirik Anderson) ditulis oleh Kenneth Goldstein (1961), ungkapnya (terjemahan langsung): “seorang musisi jalanan bukan hanya berasimilasi dalam perkara musik, tapi juga mengumpulkan beragam gagasan, bahasa, konflik, dan inspirasi dari sekitarnya–ia lantas menjelma menjadi siapapun, seseorang yang gagasannya ia lantunkan. Inilah mengapa musik blues (sebagaimana folk) menjadi cermin bagi perjalanan sejarah sekaligus menjadi jembatan antara nyanyian perbudakan dengan perayaan-perayaan jazz (untuk pernyataan terakhir ini, belum diketahui arahnya apakah mengacu pada perkembangan musik atau sindiran khas yang hidup di era 1960an);
  14. ungkapan lain tentang Anderson dimuat pada sampul Carolina Blues yang menggambarkan musiknya sebagai berikut (juga terjemahan langsung): blues Pink Anderson merupakan penggambaran terbaik atas melankoli dan kesedihan Carolina, kota kelahirannya. Blues jalanan yang ia mainkan mampu memunculkan kembali emosi dari tradisi kota yang lama hilang. Dengan gaya bermusiknya, Pink mampu memunculkan dan menggerakan ekspresi emosional yang terdalam (Prestige Record, 1962);
  15. setelah karir musik(jalanan)nya yang panjang, kini sebagian besar musik Anderson terdokumentasi dengan baik di perpustakaan Smithsonian serta arsip-arsip lain baik milik publik maupun pribadi (baik analog ataupun digital).

Beberapa uraian di atas adalah hal trivial dari seorang Pink Anderson. Adapun esensi dari membicarakan seorang musisi tentu adalah menikmati karya-karyanya (terdapat salah satu artikel yang mengaitkan Pink Anderson dan Blues dalam kerangka pergerakan sosial, namun perihal tersebut biarlah orang lain saja yang mengulas). Kembali pada esensi, maka penggambaran terbaik sosok Pink Anderson adalah melalui lagunya: dari lagu-lagu satir sosial terbaik pada jamannya, sekaligus dari kelihaian jujur musisi blues jalanan yang bermain tanpa sorot lampu, tanpa emosi palsu dan juga tanpa mitos yang tidak perlu.

Perihal Pink Anderson dan karya-karyanya

(Pink Anderson, I Will Fly Away)

(Pink Anderson, Meet Me in the Bottom)

(Pink Anderson, Travellin Man)

(Pink Anderson, My Baby Left Me This Morning)

Sumber Bacaan:
Pearson, B.L. 2017. Classic Piedmont Blues. Smithsonia Folkways Archives
Prestige Record. 1961. Carolina Blues Man (Cover Album). Bluesville/Prestige Record
Goldstein, K. 1960. Gospel, Blues and Street Songs: Pink Anderson and Rev. Gary Davis. New York. Riverside Records.
Wirz, S. 2018. Illustrated Pink Anderson Discography

Keterangan:

[1] Sebutan bagi musisi blues
[2] Istilah Piedmont, memiliki arti “the foot of the mountain”, yang mencakup region selatan Amerika dari New Jersey, Pennsylvania, Maryland, Virginia, wilayah Carolina, Georgia, hingga Alabama. Mengacu pada konteks musik blues, Piedmont yang dikembangkan oleh para musisi dari selatan merupakan teknik gitar khusus dengan cara dipetik, sedangkan teknik menyanyi pada gaya ini memiliki variasi yang luas (termasuk gabungan blues dengan gospel dan musik country)
[3] Richie Unterberger, Biografi Pink Anderson, Allmusic.
[4] Clayton merupakan salah satu pionir folklorist, sebuah istilah yang mengacu pada para peletak dasar subculture folk, selain Clayton terdapat juga nama seperti Jean Ritchie dan Dave Van Ronk
[5] Bluesville merupakan anak perusahaan Prestige Records yang mengkhususkan pada pendokumentasian musisi blues jalanan antara tahun 1950-1960an
[6] Hak cipta lagu ini dimiliki oleh Sid Harris

Perihal Pink Anderson: “Gospel, Blues and Street Songs” dan Lainnya 1 perihal pink anderson,gospel blues and street songs,pink dalam pink floyd
Aliyuna Pratistihttps://antimateri.com
aliyunapratisti@antimateri.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Lukisan Mitos Picasso (Ovid Bagian 3)

Epilog Kehadiran jajaran lukisan mitos Picasso bukanlah sebuah kejutan besar dalam dunia seni lukis. Ia tidak asing dengan gagasan Yunani...

Syair Epik Metamorphosis (Ovid Bagian 2)

(syair yang terbit sebelum pengasingan) Bagi seseorang yang tumbuh besar membaca mitos-mitos Yunani dan Romawi, menemukan syair epik metamorphosis karya...

Neraka adalah–Orang Lain

Joseph Garcin terlihat kebingungan ketika ia diantar oleh semacam petugas valet memasuki sebuah ruangan kosong. Dalam perjalanan Garcin telah...

Puisi Gabriela Mistral

Nama Gabriela Mistral tidak dapat dipisahkan dari dunia kepenyairan mengingat kiprahnya sebagai penyair Latin pertama yang memenangkan nobel sastra...

Kaum Arab-Hadrami di Indonesia: Sejarah dan Dinamika Diasporanya #1

Pendahuluan: Awal Diaspora L. Van Rijck Vorsel dalam bukunya, “Riwayat Kepulauan Hindia Timur” menjelaskan bahwa keturunan Arab Hadrami (berasal dari...

Denys Lombard: Taman di Jawa

Sejarah tentang taman, sama tuanya dengan sejarah agama. Dalam injil, taman diekspresikan melalui kata “paradise”, memiliki arti sakral yang...

Must read

Metamorphosis of (Psychoanalytical) Narcissus

‘Metamorphosis of Narcissus’, lukisan Salvador Dali yang mencoba menginterpretasikan...

Hukuman Picis pada Bumi (dan Kiamat dalam Sajak Salvatore Quasimodo)

Hukuman adalah sebuah mekanisme perbaikan. Dalam sejarah manusia, hukuman...

You might also likeRELATED
Recommended to you