• Ideas
  • About Us
Ideas Memunggungi Terror

Memunggungi Terror

-

Spilled Blood – Federico Garcia Lorca

Spilled Blood.
I will not see it!

The moon wide-open.
A horse of quiet clouds
And dream’s grey bull-ring
edged all round with willows.

I will not see it!
Remembrance burns.
Recall the jasmine
with their little whiteness!

I will not see it!
The cow of the ancient world
passed her sad tongue
over a snout of blood
spilled on sand,
and the bulls of Guisando,
death almost, stone almost,
bellowed like two centuries
tired of treading earth.

No.
I will not see it!

#untuk para korban teror, di jakarta, dan diseluruh muka bumi.

Previous articleTatto-tatto Postmo
Next articleLazarus
Memunggungi Terror 1 Memunggungi Terror
antimateri
Kancah Perhatian Ide, Seni, dan Estetika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ali ibn Nafi: Superstar Musik Andalusia

Ibnu Khaldun, dalam Muqaddima (1377)–pada bab berjudul the craft of singing (and music)–mengisahkan keberadaan seorang musisi multitalenta bernama Ziryab...

Puisi Nasib Buruk: Pascual Duarte

Butuh waktu lama bagi saya untuk mengatasi trauma selepas membaca novel Camilo Jose Cela yang tersohor: La Familia de...

Adoration pour Jean-Jacques Rousseau

Setidaknya, ada dua cara untuk jatuh cinta. Pertama, Coup de foudre – seperti tersambar petir, dan kedua comme un...

Diskursus Mabuk Nakae Chomin

Entah berapa botol sake dan berapa gelas brandi yang telah dihabiskan Guru Nankai ketika menjamu dua tamunya. Sang Guru...

Kenangan Terakhir Bersama (Aki) Achdiat Karta Mihardja

Mungkin generasi muda sekarang tidak banyak yang mengenal siapa itu Achdiat Karta Mihardja (6 Maret 1911-8 Juli 2010). Aki,...

Islam, Kejawen dan Relativisme

Memasuki abad empat belas masehi, Islam mulai menyebar di tanah Jawa bersamaan dengan berlalunya “gara-gara” atau semacam kekacauan kosmologis...

Must read

Danse Macabre (Bagian 1): Tarian Kematian dalam Seni Rupa

Danse Macabre atau tarian kematian lajim ditemukan pada karya...

Kolase Bahasa Ibu: Olenka dan Cinta Topi Miring

“Sampean gendeng ya?” (Sepenggal kalimat dalam novel Budi Darma, Olenka) Jangan...

You might also likeRELATED
Recommended to you