• Metapost
  • About Us
Metapost Benturan Ide Menuju Ketiadaan

Benturan Ide Menuju Ketiadaan

-

Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini, atau bahkan di alam semesta, terbentuk dari zat-zat yang telah jutaan tahun belum mampu di definisikan secara pasti oleh beragam makhluk yang ada dan pernah ada di dalamnya. Umat manusia pun pada paruh akhir era modern baru mampu meraba-raba bagaimana bumi dan semesta ini dapat terbentuk. Zat-zat ini kemudian diberi nama dan diteorisasikan oleh manusia-manusia yang konon intelek dan cerdas. Namun kita tidak pernah tahu pasti apa dan bagaimana zat-zat ini saling membentuk.

Sejarah nampak bermula dari sebuah ‘zat’ yang kita namai ‘ide’: ia membangun penjelasan tentang segala hal yang menjadi misteri bagi umat manusia. Melalui ide, progres peradaban dapat tercipta. Melalui ide, kita bisa menikmati tetek bengek yang mencirikan eksistensi peradaban manusia. Akan tetapi melalui ide juga, tetek bengek peradaban bisa hancur, hilang, dan musnah.

Adalah benturan ide tentang sesuatu (apakah itu tentang ketuhanan, politik kenegaraan, kesejahteraan, kebudayaan, dan lain-lain) yang membuat sesuatu yang sebelumnya ada menjadi tiada: hancur, terkikis oleh ide lain yang berlawanan. Disini lah manusia menemukan titik ironi yang paling akut. Di satu sisi ide-ide manusia membentuk cara untuk eksis dan bertahan hidup dalam sekelebat hidup di dunia, namun di sisi lain ide-ide ini pulalah yang mematikan eksistensi dan cara hidup manusia yang lain.

Ini bukan mengenai narasi Huntington yang diagung-agungkan oleh para ilmuwan dari Barat yang pragmatis. Ini mengenai bagaimana perbenturan ide, yang membuat kita hidup dan mati,  dapat menghasilkan bentuk kehidupan dan ide yang baru. Seringkali mesti melalui ketiadaan.

Ini adalah sebuah narasi anti-materi, yang merupakan realitas kita sebagai makhluk yang sendi-sendi terkecilnya merupakan bagian dari partikel-partikel alam semesta yang berbenturan satu sama lain.

Aang dan Aliyuna, kawan karib saya terkadang jatuh berlarut-kentut dalam perdebatan tentang bagaimana anti-materi bisa terejawantahkan dalam blog ini. Saya pribadi melihat benturan ide ini sebagai realitas yang mesti kita terima dengan gembira.

Ketika benturan ide bertransformasi menuju dimensi ketiadaan, di situlah kita semua menemukan titik persamaan: bahwa identitas kita setara sebagai partikel dari alam semesta yang tidak lagi mempedulikan identitas yang bersifat duniawi dan temporal. Jubah keagamaan, kebangsaan, status sosial sehari-hari, dan mazhab pemikiran akan menguap bersamaan dengan berjalannya waktu perbenturan. Sehingga dalam ketiadaan, saya bersyukur dalam tawa.. nothing else does matter in the end. What really matter is, the process how of each idea dances with other ideas through times…

Benturan Ide Menuju Ketiadaan 1
Hikmawan Saefullahhttps://antimateri.com
Orang Bandung aseli yang gemar mendengar dan bermain musik, membaca dan hunting buku, menonton dan mengoleksi gambar bergerak. Kini sedang menimba ilmu di Ostrali.

5 COMMENTS

  1. “yang merupakan realitas kita sebagai makhluk yang sendi-sendi terkecilnya merupakan bagian dari partikel-partikel alam semesta yang berbenturan satu sama lain”. wew, keyen…

    ps: aang yang kentut pap, bukan gw hehehe

  2. Misteri Alam Raya terus di Teliti dengan Texnologi Yang Sangat Canggih Dengan Sumber Biaya yang sangat besar

  3. aduuh bangsatnya org2, padahal akan mati jg kan. makin dinantikan artificial intelligence realitasnya seperti apa atau alien akan datang menginvasi hahaha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Puisi Gabriela Mistral

Nama Gabriela Mistral tidak dapat dipisahkan dari dunia kepenyairan mengingat kiprahnya sebagai penyair Latin pertama yang memenangkan nobel sastra...

Musik Minimalism: Repetisi, Transenden dan Teknologi

Ada kalanya, kami, para editor pada web antah berantah ini, sekilas mengkhawatirkan tentang arah pembahasan musik yang semakin menjauh...

Sarung Ki Semar dan Kstaria-ksatria Carangan

Epik Mahabharata bukanlah sebuah relik budaya, ia nyata saat ini dalam kehidupan kita, terangkum dalam pemberitaan Televisi maupun Surat...

Menara Babel dan Shams Tabrizi Abad 21

“Apa yang kamu baca?” Shams Tabrizi berkata pada Rumi yang tengah asik membaca buku – Rumi, yang pada awalnya...

Menara Babel Babylonia

Masa lalu selalu datang dalam bentuk mosaik—potongan imej dari berbagai material dan ide—tesserae. Menggoda—dan kadang menjerat serta mengurung kita...

Kaum Arab-Hadrami di Indonesia: Sejarah dan Dinamika Diasporanya #1

Pendahuluan: Awal Diaspora L. Van Rijck Vorsel dalam bukunya, “Riwayat Kepulauan Hindia Timur” menjelaskan bahwa keturunan Arab Hadrami (berasal dari...

Must read

Metamorphosis of (Psychoanalytical) Narcissus

‘Metamorphosis of Narcissus’, lukisan Salvador Dali yang mencoba menginterpretasikan...

Our Somber and Truthful Billie

“I've been told that nobody sings the word "love"...

You might also likeRELATED
Recommended to you