Tag:Budaya Indonesia

unfollow part. 2 (masih tentang greget kekinian)

“Aku menghormatinya dengan mengajaknya adu argumentasi. Aku menghormatinya dengan menghantam pikiran-pikirannya yang ternyata banyak keliru. Aku pikir dia akan merasa ditantang pikiran dan keyakinannya....

Setan-setan Jelata (dan Kepanikan Moral)

Judul diatas merupakan padanan Bahasa Indonesiauntuk karya klasik sosiolog Stanley Cohen “Folk Devils and Moral Panics” yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1972. Buku...

Di Ambang Batas Sakralitas

“Saya sangat sedih melihat tidak ada lagi yang tahu arti sesungguhnya dari menenun”, ucap Mamak Dangai, seorang sesepuh Rumah Betang di Pedalaman Sintang,...

Islam, Kejawen dan Relativisme

Memasuki abad empat belas masehi, Islam mulai menyebar di tanah Jawa bersamaan dengan berlalunya “gara-gara” atau semacam kekacauan kosmologis dimana sendi sosial, politik, hingga...

Puisi Bisu dan Multikulturalisme

(*Puisi bisu: puisi yang tidak menjelaskan dirinya secara gamblang; puisi yang kurang mampu dipahami pembaca)  Rumah-rumah MuumbiIdinding rumah-rumah muumbi pucat pasi layaknya wajah seorang kerdil yang...

Kelelawar Raksasa yang Memperkosa Kebudayaan

Rendra dikenal sebagai penyair pamflet – sajak-sajaknya menjadi nafas yang menghidupi oposisi bagi kemandegan rejim politik selama masa orde baru di Indonesia. Namun, gagasan...

Indonesia Dalam Kurung (Negative Exceptionalism Part. I)

Tulisan ini merupakan bagian awal dari trilogi kegelisahan yang akan kami urai satu-persatu. Kegelisahan yang berawal pada kesadaran bahwa apa yang kita hadapi adalah...

Ideologi dalam Botol Kosong Imajinasi

Sebuah negara yang menyatakan diri “demokrasi” harus memetakan ulang politiknya, setidaknya dalam kurun lima tahun sekali. Pemetaan tersebut dilakukan secara prosedural melalui apa yang...

Artikel Terbaru

Cerpen Rudyard Kipling: Kisah-kisah Datar dari Perbukitan

Rudyard Kipling memulai karir sebagai penulis cerita pendek lewat kumpulan karya berjudul Plain Tales from the Hills yang saya...

The Heartsnatcher

(Karena judul “H.C. Andersen dan Guntingan Kertas” terdengar membosankan) Hans Christian Andersen memilih cara tidak biasa dalam merayakan kehidupan: yaitu...

Museum Penghancur Dokumen: Sebuah Keterguncangan Bahasa

Membaca puisi-puisi Afrizal Malna adalah membaca korespondensi benda-benda. Puisi-puisinya yang melawan bentuk itu, seolah-olah mengajak kita berdialog...

Must read

Kanonisasi Sastra a la Yayasan Lontar

Sebuah pertanyaan lazim keluar dari benak penikmat sastra Indonesia...

The Eclectic NEU!

NEU! adalah band dengan mitosnya tersendiri, sebuah bank yang...