• Ideas
  • Review
  • About Us
Ideas “Welcome to The United States”

“Welcome to The United States”

-

Di tengah hiruk pikuk sirkus media yang kini tengah ramai menampilkan terorisme dari berbagai sisi, ada baiknya kita sedikit santai (walaupun dengan tampang yang tidak kalah serius) dan melihat dari sudut pandang lain – sudut pandang seorang musisi yang karya-karyanya kerap jadi teror bagi musisi lain. Dalam dunia musik kontemporer, Teror lagu Frank Zappa dikenal melalui aksi menyindir, memutar balik, merekonstruksi ulang, ataupun membuat versi yang lebih matang dari sebuah karya musik, tindakan yang kerap membuat sang musisi yang kena sindir kalang kabut karena kalah pamor. Namun dalam karya berjudul “Welcome to the United States” (dirilis pada tahun 1993 dalam album The Yellow Shark), Zappa tidak meneror musisi lain, tapi meneror Amerika Serikat dalam seleksi pengajuan kewarganegaraan yang menurutnya begitu membingungkan: No! No! Yes! No! Yes! No! To people with communicable disease, physical or mental disorder or drug abuser.

Ketika lagu ini dirilis, Zappa berusia 52, dan tidak lama berselang Zappa meninggal dunia. Bagi musisi lain, usia kerap menjadikan seseorang lebih “matang”, dan kematangan seringkali berdampak pada hilangnya sisi kegelisahan dalam karya musik. Namun, melalui “Welcome to the United States”,  Zappa membuktikan dirinya tidak mellowed-out – bukan hanya dalam segi musikalitas tapi juga kesangaran lirik. Ia masih berbicara atas kebebasan ekspresi yang kali ini hadir dalam bentuk protes terhadap kebijakan unilateral Amerika yang petantang-petenteng menegakkan keadilan di seantero dunia, namun disaat yang sama bertindak atas logika teror – karena menurut Zappa, warga negaranya merupakan gabungaan dari: mata-mata, teroris dan pelaku genosida. Persepsi ini sejalan dengan analisis para penteori yang mengemukakan bahwa aksi teror yang merajalela saat ini merupakan dampak dari aksi teror serupa yang dilakukan oleh Amerika Serikat (dan subordinatnya dalam sistem elit internasional). Namun, analisis teoritis akan kita hentikan disini – karena saya yakin anda sudah paham betul arah kelanjutannya – dan marilah kita simak karya Zappa yang dipentaskan bersama Ensambel Modern di Frankfrut tahun 1992 dengan lirik yang dinarasikan oleh Reiner Rome. Melalui karya ini, sindiran kepada negara yang kerap “engage in criminal or immoral activities” diutarakan dengan gamblang (disertai komposisi musik Zappa yang “tanpa ampun”).

Selamat menikmati teror musik ala Zappa.

(Lirik)

Welcome to the United States

This form must be completed by every nonimmigrant visitor not in possession of a visitor’s visa.

Type or print legibly in pen in ALL CAPITAL LETTERS. USE ENGLISH.

Item 7 – If you are entering the United States by land, enter LAND in this space. (LAND!) If you are entering the United States by ship, enter, unh-unh, SEA in this space.

Do any of the following apply to you? (Answer Yes or No)

(No! No! Yes! No! Yes! No!)

A. Do you have a communicable disease; (COUGH NOW! Coughs . . . ) physical or mental disorder; or are you a drug abuser or addict?

Tell me, Bill, Yes or No. (No) Louder. (No!)

B. Have you ever been arrested or convicted for an offense or crime involving moral turpitude or a violation related to a controlled substance; or ever been arrested or convicted for two or more offenses for which the aggregate sentence to confinement was five years or more?

Answer Yes or No. (Yes! Yes, sir! Yes! No! No! No!)

Or been a controlled substance trafficker; or are you seeking entry to engage in criminal or immoral activities?

Answer Yes or No. (Yes or No) Thank you!

C. Have you ever been or are you now involved in espionage orsabotage; or terrorist activities; or genocide; or between 1933 and 1945 were you involved, in any way, in persecutions associated with Nazi Germany or its allies?

Answer Yes or No. (Yes)

Thank you very much! And welcome to the United States!

(Frank Zappa dan Ensambel Modern, Welcome to the United States)

“Welcome to The United States” 1 lagu frank zappa
Aliyuna Pratistihttps://antimateri.com
aliyunapratisti@antimateri.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Danse Macabre (Bagian 3): Satir Kematian Edgar Allan Poe

Danse Macabre Bagian 1 Danse Macabre Bagian 2 Tidak ada sastrawan lain yang lebih pantas untuk disandingkan dengan tema macabre selain...

Danse Macabre (Bagian 2): Musik Kematian dan Virtuoso Franz Liszt

(Sebelumnya: Danse Macabre Bagian 1) Bagian kedua dari tema Danse Macabre menghadirkan ulasan singkat tentang Musik Kematian dan Virtuoso Franz...

Mikropolitik Gilles Deleuze

Pembicaraan tentang mikropolitik Gilles Deleuze menjadi menarik untuk diulas karena beberapa perihal. Pertama, tentu karena penulisnya adalah filsuf “antik”...

Menulis, Membaca, dan “Saya”

“Menulis buat saya seperti bernafas. Sebagaimana saya tidak bisa hidup tanpa bernafas, maka demikianlah makna menulis untuk saya”. Demikian kata...

Dokumen(s) Hukum Tertua Dunia

Dekrit urukagina atau sering disebut sebagai Teks Reformasi Urukagina adalah sebuah dokumen hukum tertua dunia—setelah dekrit enmetena. Urukagina sendiri...

Jejak Melquíades di Negeri tanpa Batas

Gabriel Garcia Marquez membuat sebuah lanskap magis bernama Macondo dalam novel terbaiknya: One Hundred Years of Solitude. Novel...

Must read

The Jimi Hendrix “Experience”

“Oke, semua orang tahu kalo Jimi Hendrix adalah gitaris...

Wild (Kind of) Poetry

Terasa ada yang ganjil ketika menelusuri scene punk New...

You might also likeRELATED
Recommended to you