Review Seni Danse Macabre (Bagian 1): Tarian Kematian dalam Seni Rupa

Danse Macabre (Bagian 1): Tarian Kematian dalam Seni Rupa

-

Danse Macabre atau tarian kematian lajim ditemukan pada karya seni rupa akhir abad pertengahan. Walaupun demikian, aliran ini sering luput dari perhatian karena minimnya sumber tertulis yang menjelaskan relasi antara tarian, kematian dan konteks jaman saat itu. Kaitan antara kematian dan tarian memiliki interpretasi yang berbeda: sebagai representasi teks biblical yang juga mengacu pada tema-tema kematian, sebagai pernyataan simbolis tentang penghapusan status sosial (no matter one’s station in life, the Dance Macabre unites all), sebagai momento mori (peringatan akan kematian yang tidak terhindarkan), juga sebagai simbol kekisruhan tahta Perancis karena kekuasaan Charles VII dianggap tidak sah secara hukum. Untuk keterkaitan yang terakhir–yaitu konteks jaman–danse macabre kerap disandingkan dengan sejarah kelam Eropa pada abad 14 yang dilanda wabah pes (Black Death).

Aspek lain yang sering menjadi pertanyaan tentang danse macabre adalah: Musik dan karya sastra seperti apa yang lahir dan terpengaruh aliran tersebut? Namun keduanya akan diurai pada bagian selanjutnya. Adapun bagian ini hanya akan membahas danse macabre dalam seni rupa, khususnya lukisan.

Tersebutlah Guyot Marchant (atau Guido Mercato dalam teks-teks latin), merupakan pelukis yang menyelamatkan sejarah lukisan tarian kematian karena dialah yang mengabadikan danse macabre yang dilukis pada dinding Pemakaman Holy Innocents di Paris. Lukisan ini berupa mural dan dinyatakan sebagai lukisan tarian kematian pertama (dilukis antara 1424-25) di bawah patron John Duke of Bedford (kala itu Inggris tengah menguasai Perancis sehingga berujung pada kekisruhan tahta). Pada tahun 1669, mural tersebut dihancurkan untuk alasan praktis nan konyol: memperlebar jalan.

Untung saja Marchant berinisiatif melukisnya dalam bentuk sketsa, walau tidak ditemukan keterangan lebih lanjut tentang alasannya. Marchant sendiri merupakan seorang pendeta yang aktif mencetak berbagai buku dan sketsa. Bisa jadi ia melukis ulang danse macabre dalam kapasitas ini–sebuah jasa yang tidak terhingga karena melalui sketsanya, ingatan tentang lukisan pertama danse macabre dapat dipelihara.

Terdapat pelukis lain yang juga menghadirkan karya dalam aliran danse macabre, diantaranya: Hans Holbein the Younger (woodcut), Michael Wolgemut (sketsa), Bernt Notke, Vincent of Kastav, dan Pieter Bruegel the Elder (Lukisan)–adalah figur-figur utama dalam aliran ini. Mereka berhasil menangkap gerak perlawanan masyarakat terhadap kematian yang datang bertubi-tubi dalam bentuk perang dan wabah. Lukisan danse macabre seakan memberi pernyataan: karena kemarian tidak bisa dihindari, mending kita ajak saja ia menari.

Lukisan Danse Macabre: Tarian Kematian dalam Seni Rupa

Tarian Kematian Guyot Marchant - Death taking the Pope and the Emperor
Guyot Marchant – Death taking the Pope and the Emperor

Tarian Kematian Guyot Marchant - Death taking the Bishop and the Nobleman
Guyot Marchant – Death taking the Bishop and the Nobleman

Tarian Kematian Guyot Marchant - Death taking the Monk and the Abbot
Guyot Marchant – Death taking the Monk and the Abbot

Tarian Kematian Guyot Marchant - The Death taking the Physician and the Lover
Guyot Marchant – The Death taking the Physician and the Lover

Tarian Kematian Guyot Marchant - The Danse Macabre of Holy Innocente Cemetery, Musicians
Guyot Marchant – The Danse Macabre of Holy Innocente Cemetery, Musicians

Tarian Kematian Bernt Notke - Danse Macabre
Bernt Notke – Danse Macabre (detail, panel 2)

Tarian Kematian Bruegel the Elder - The Triumph of Death
Bruegel the Elder – The Triumph of Death

Tarian Kematian Hrastovlje
Danse Macabre, Hrastovlje

Tarian Kematian Hans Holbein
Hans Holbein, Danse Macabre – Woodcut

Tarian Kematian Hans Holbein 2
Hans Holbein, Danse Macabre – Woodcut

Sumber Gambar: Arsip digital Wikimedia dan Wikigallery
Sumber Bacaan:
Fein, D. (2000). Guyot Marchant’s Danse Macabre: The Relationship Between Image and Text. Mirator Elokuu. Seri Agustus.

Leiden University Open Access. Danse Macabre in Text and Image. openaccess.leidenuniv.nl 
Smoldon, W. (1962). Medieval Church Drama and the Use of Musical Instruments. The Musical Times, 103(1438), 836-840

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Yang Menari di Antara Irama Sirkadian

“Apa makna perjalanan bagi manusia? Kucing siam tidur di bawah purnama.” —Gurindam 12, Ahmad Yulden Erwin  “Kau lihat, anakku, ke arah tiang...

Dokter di Masa Wabah (Catatan dari Pavia)

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika wabah akan menjadi keseharian. Ada di depan mata dan enggan kemana-kemana. Buku dan catatan...

Tangis itu Janis, adalah Revolusi Estetik!

Di akhir sebuah penampilan live lagu “Ball and Chain” yang dibawakan oleh Big Brother and the Holding Company, Janis...

The Anti-Establishment (or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Irony)

Seperti kebanyakan orang, saya agak uring-uringan ketika melihat pemberitaan di berbagai media atas kemenangan mengejutkan Donald Trump. Tapi fase...

Kaum Arab-Hadrami di Indonesia: Sejarah dan Dinamika Diasporanya #1

Pendahuluan: Awal Diaspora L. Van Rijck Vorsel dalam bukunya, “Riwayat Kepulauan Hindia Timur” menjelaskan bahwa keturunan Arab Hadrami (berasal dari...

Tentang Timor #2: Secuil Kisah Matebian

This great evil, where does it come from? How did it steal into the world? What seed, what root did it...

Must read

Musique Concrète: Pierre Henry dan Psyche Rock

Dieter Mack dalam Sejarah Musik (Jilid 3), menyebut keberadaan...

HB Jassin dan Tifa Penyair

Kamis lalu sebungkus paket tiba, isinya tiga buah buku,...

You might also likeRELATED
Recommended to you